Peristiwa maut tersebut diduga dipicu rem blong pada satu unit truk bermuatan cangkang kelapa sawit yang melaju dari arah Indarung menuju Padangbesi. Truk kehilangan kendali saat melintasi jalan menurun dan menghantam sejumlah kendaraan di depannya.
Lurah Padangbesi, Waluyo Yuwono membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut kecelakaan melibatkan lima kendaraan dengan kondisi kerusakan cukup parah.
“Benar, terjadi kecelakaan tadi pagi,” ujar Waluyo kepada Padek, Minggu.
Ketua RT 002/RW 001 Kelurahan Padangbesi, Riki menjelaskan, truk yang diduga mengalami rem blong datang dari kawasan Indarung dengan membawa muatan cangkang sawit.
“Kecelakaan ini awalnya karena truk ini dari Indarung bermuatan cangkang, jadi rem blong dari atas dan menghantam kendaraan lain,” kata Riki.
Truk tersebut kemudian menabrak satu unit truk lainnya dan tiga kendaraan minibus yang berada di jalur yang sama. Benturan keras menyebabkan sejumlah kendaraan ringsek di lokasi kejadian.
Data sementara yang dihimpun hingga Minggu siang menyebutkan empat korban meninggal dunia. Sementara itu, sejumlah korban luka-luka langsung dievakuasi warga bersama petugas gabungan ke rumah sakit terdekat.
“Untuk korban saat ini ada yang dilarikan ke RSUP Dr M Djamil Padang maupun Semen Padang Hospital,” tambah Riki.
Petugas kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Arus lalu lintas di kawasan Lubukkilangan sempat mengalami kemacetan akibat proses evakuasi kendaraan dan korban.
Insiden ini kembali menjadi perhatian terkait tingginya risiko kecelakaan kendaraan berat di jalur menurun kawasan Indarung–Lubukkilangan yang padat aktivitas transportasi setiap hari.(*)

0 Komentar