Csr semen padang di nyatakan secara sah sudah mengalami penurunan kualitas dan kapasitas nya, di saat pencemaran lingkungan tetap lanjut dari aktifitas produksi semen, tapi ketentuan undang undang negara di abaikan dan atau di jalankan dg ugal ugalan, mereka berlindung dari keadaan perusahaan yg di ceritakan merugi, padahal lebih makmur dulu semen padang dg indarung 1-4 nya, kenapa harus ada 5 dan 6 baru ugal ugalan??
Bukit itu sudah gundul skrg, mereka rampas kampung sehat kami, mereka berseragam bumn keluar rumah dg mobil mewah setiap hari bersama keluarga nya, nasib masyarakat sekitar siapa yg peduli, apa mereka tetap jaga masyarakat sekitar di kemakmuran rendah sehingga pendidikan layak cuma jadi angan angan semata, semua berhak makmur, semua berhak maju, knp harus ada aksi besar dulu baru tuntutan di dengar, kenapa tidak di jalankan dg harmonis saja
Kita anak muda kec pauh menuntut keberlangsungan yg adil dan makmur, letakkan lah semua hak di tempat nya, jika csr semen padang tetap ugal ugalan, jangan salahkan kami tidak percaya lagi dg janji serta fisi misi perusahaan selama ini, kami akan terus bergerak sampai semua hak itu berada di tempat yg benar
Kita terus berkarya sampai negri ini makmur
Jika di bahas teori Butterfly effect, maka semua kita yg berada di lingkungan pabrik semen padang mengalami kerugian, baik dari segi kesehatan, kenyamanan serta junlah produksi panen lahan pertanian kita, kita mungkin tidak perlu menghitung kuranya umur akibat menghirup debu semen yg beterbangan 116 thn belakangan, oksigen yg di hasil kan bukit karang putih terus berkurang karna bukit itu setiap hari mereka bom
Kembalikan marwah csr semen padang seperti dulu, kami berhak mengurus nagari ini dg ketentuan yg sudah di atur negara kami indonesia, jika tidak ada yg menertibkan maka kami pemuda yg akan menertibkan, sama hal nya negara ini merdeka dg pemuda nya.(**)
Andy Houng Lelosati Eko Muhardi KT Tunas Harapan Berita Pauh Yaldi Chaniago Uncu Gusmar Adhrian Ascha Nurwan Nasrul Csr Semen Padang Dodi Putra Tanjung Venus Galaxi Hendratmo Sutan Saidi Karangtarunapauh Limo Pamsimas Tarantang Aprizal Khoto Zuarmi Asep Yudi Febrianto Hary Efendi Iskandar

0 Komentar