TRADISI, Tiga Hari Atas Wafatnya Orang Tua Afrizal Khoto

PADANG, - Tradisi adalah kebiasaan yang terjadi di suatu kelompok orang atau kampung, dan warisan yang turun-temurun entah dari tahun berapa dan dari siapa.


Tradisi sebuah keluarga di suatu tempat setelah ditimpa musibah kematian salah seorang saudara/anggota keluarga adalah Manigo Ari (Tiga hari setelah kematian). 

Manujua Ari ( Tujuh hari) ada yang 40 hari hingga 100 hari. Salah satu acaranya menjamu tetangga/sanak keluarga untuk makan bersama di rumah duka sekalian tahlillan dengan berbagai ragam. Padang Selasa 4 Maret 2025

Ada yang malantunkan doa yang dipimpin salah seorang yang dianggap mampu dan sudah biasa, dan ada juga membacakan surat Yasin bersama. 

Tujuannya disamping mendoakan almarhum/almarhumah agar tenang di alam sana, juga merupakan hiburan bagi keluarga yang ditinggalkan. 

Hingga saat ini tradisi tersebut masih dipakai oleh sebagian daerah. Ada juga di suatu kampung tidak menggunakan cara seperti itu, karena mereka mengganggap semua tidak ada gunanya juga dilarang dalam ajaran agama. 

Alasan mereka, membaca Alqur'an dengan suara serentak tidak bisa dipastikan benar pembacaannya terkadang yang harus dibacakan dengan suara pendek atau dengung terabaikan. 

Akibatnya terjadi kesalahan makna. Bisa jadi makna untuk kebaikan terbalik kehinaan dan sebagainya. Jika akan membacakan ayat suci Alquran, sebaiknya perorangan atau secara bergantian agar sempurna pembacaannya, atau ada orang lain yang menyimak. 

Seandainya terjadi kesalahan bisa diperbaiki. Kedua, untuk hidangan makan bersama ini merupakan hal yang memaksa kekuarga duka, karena di samping merepotkan juga harus mengeluarkan biaya untuk sesajian tersebut. 

Kata sebagian orang, juga kelihatannya dengan berdoa menghidangkan makanan untuk tamu seolah-olah melakukan syukuran atas kepergian keluarga mereka ke alam sana.

Begitulah yang sempat didengar ciloteh di tengah masyarakat tentang tradisi tersebut. Salah apa benar tergantung kepada niat yang melakukannya. 

Sepanjang tidak melanggar aturan pada ajaran agama (Islam) semuanya boleh dilakukan. Lalu bagaimana dengan tradisi Manigo Ari tersebut, tentunya bagi kita yang melakukan dan ragu tentang boleh atau tidaknya, alangkah baiknya mendalami dengan banyak bertanya kepada ulama, buka Alquran baca serta dalami makna ayat-ayatnya. (**)

Posting Komentar

0 Komentar