Bus Gumarang Jaya adu kambing dengan truk bak datar di Kelok Gaduang Dama, Jalan Lintas Sumatra Solok-Padang tepatnya di Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Selasa (11/3) sekitar pukul 11.45 WIB.
Diduga, penyebab kecelakaan itu dikarenakan bus mengalami ban selip sat melewati jalan yang menikung tajam sehingga bus melaju melebar ke kanan jalan dan bertabrakan dengan truk bak datar tersebut. Akibatnya, empat orang yang terdiri dari sopir bus, sopir truk, kernet dan satu penumpang mengalami luka-luka.
Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat mengenai aktivitas ilegal pengangkutan BBM subsidi. Berdasarkan informasi tersebut, tim yang dipimpin Kanit Tipidter Iptu Rianra Yoseptian, segera melakukan penyelidikan di lokasi.
Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan sebuah mobil Mitsubishi Strada 4×4 dengan nomor polisi K-8446-GS yang telah dimodifikasi dengan dua tangki rakitan dari besi berisi Bio Solar. Selain kendaraan, petugas juga mengamankan barang bukti berupa, 10 jeriken berisi sekitar 30 liter BIO SOLAR masing-masing, 1 buah selang, 1 unit ponsel OPPO A57 dengan foto barcode BBM.
Kapolres Dharmasraya, AKBP Bagus Ikhwan melalui Kasat Reskrim Iptu Evi Hendri Susanto, bahwa dari Pasar Sungai Rumbai, pelaku rencananya akan membawa BBM ilegal ini ke Blok D Sitiung.
“Untuk itu, pelaku diancam oleh Pasal 55 UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yaitu dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda hingga Rp 60 miliar,” ungkapnya.
Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Dharmasraya untuk penyelidikan lebih lanjut. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik ilegal yang merugikan negara serta masyarakat luas.
“Kami akan terus menindak tegas pelaku yang bermain dengan BBM subsidi. Jangan sampai hak masyarakat kecil justru dinikmati oleh segelintir orang demi keuntungan pribadi,” tegas Kasat Reskrim. (***)

0 Komentar